Selasa, 23 Juni 2015
Tiada daya dan upaya melainkan dari Nya.
Kalimat tersebut di atas adalah kalimat yang populer di kalangan kaum muslimin, saking populer nya kadang di buat kalimat 'bertuah'. Seperti jika membaca sampai sekian kali maka akan terhindar dari inilah dari itulah, dan menurut saya hal hal seperti itu tidak lah penting jika di bandingkan dengan
'PESAN' Tuhan dalam kalimat tersebut.
Mari sejenak ber-Taffakur,
"La Qaulla Wa La Quwatta illabillahil 'aliyill adzim".
Kalau kita perhatikan terdapat dua kalimat, yaitu 'pengosongan' dan 'penetapan'. Pengosongan terdapat dalam kalimat 'tiada daya dan upaya'. Dan 'penetapan' terdapat dalam kalimat 'kecuali dari Alloh'.
Daya adalah suatu kekuatan yang sudah ada dalam diri makluk hidup dan upaya adalah daya yang sudah di olah untuk tujuan tertentu.
Contoh, ketika kita merasa haus dan ingin minum air, keinginan minum air adalah daya lalu proses meminum air adalah upaya, seperti mengambil gelas lalu menuangkan air serta memasukkan air lewat mulut, semua itu adalah daya yang sudah di proses menjadi upaya.
Sekarang kita menuju poin terpenting,
Sekarang bayangkan kalau kita tidak memiliki daya dan upaya, bayangkan juga kalau alam semesta tiada daya dan upaya. Matahari bulan bintang maupun bumi akan berhenti bergerak, nafas pun berhenti dan semua mahkluk hidup tampak seperti gambar.
Fakta nya adalah kita mempunyai daya dan upaya, juga alam semesta ini bergerak yang membuktikan adanya daya dan upaya. Kita bisa memproses daya ini menjadi kekuatan untuk meraih tujuan. Karna daya terdapat di setiap makluk hidup, entah itu yang terlihat maupun yang tidak terlihat.
Pertanyaan nya adalah, dari mana daya dan upaya ini? Jawaban nya adalah "illa billahil 'alliyill 'adzim" yaitu dari Alloh Yang Maha Besar. Yaitu, setelah kalimat PENGOSONGAN kepada semua makluk hidup lalu PENETAPAN kekuatan Alloh SWT.
Permasalahan nya, ada sebagian manusia yang mengatas namakan kalimat ini untuk berbuat maksiat dengan dalih semua ini adalah kekuatan Alloh SWT.
Memang benar, semua kekuatan datang dari Alloh. Tetapi, ketika melakukan kemaksiatan sebagai siapakah dia? Ketika menikmati kemaksiatan, rasa nikmat itu mengalir kepada siapa? Karna didalam kalimat itu terdapat Pengosongan, yang artinya tidak ada makluk yang mempunyai daya dan upaya, tak satu pun!.
Sekali lagi, Pengosongan bukan Pengakuan.
Misalkan seorang siswa di dalam kelas sedang berbicara di tengah tengah siswa lain nya. "di dalam ruangan ini yang ada hanyalah siswa", apakah ada selain siswa di ruangan itu?
"Di dalam galon air yang ada hanyalah air", dari kalimat tersebut apakah ada selain air?
Di alam semesta ini yang ada hanyalah kekuatan Alloh SWT, dan jika anda sadar maka anda bukanlah orang yang mengaku ngaku.
Terima kasih.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar