Sabtu, 06 Juni 2015

Masih ribut dengan hari peringatan kematian?



Jaman dahulu, ketika agama islam untuk pertama kali nya datang di pulau jawa, mengumpulkan orang orang untuk syiar adalah hal yang sulit apa lagi
memperkenalkan agama islam secara langsung yang mana masyarakat pada waktu itu sudah beragama (hindu). Untuk itulah para sunan waktu itu harus bertindak lebih aktif , kreatif dan inovatif tapi tidak merusak tatanan yang sudah ada.

sebagai salah satu contoh ada yang membuat hiburan wayang kulit dengan mengubah tokoh cerita dengan simbol simbol islam, seperti pendawa lima di simbolkan dengan rukun islam, dll. Ada yang membuat gamelan, peralatan sawah dengan nama nama islam. Ada juga yang menyentuh kebudayaan yang sudah ada dan menyelipkan ayat ayat alquran, dll. Sebenar nya masih banyak contoh yang tidak mungkin saya tulis semua di sini, terlalu banyak malas baca.

Sekarang masalah peringatan kematian adalah salah satu contoh dari usaha usaha para sunan ini dalam menyebarkan agama islam, pada waktu itu budaya peringatan hari kematian adalah momen di mana para penduduk datang dan berkumpul di rumah duka, saat itulah para sunan melihat kesempatan untuk syiar.

Karna memang masyarakat jawa tidak lah mudah menerima sesuatu yang baru. Contoh, coba orang kampung yang tinggal di plosok kita undang untuk datang di tempat fitness atau hotel mungkin, saya yakin tidak akan datang, dan pada waktu itu masjid adalah tempat yang baru bagi masyarakat jawa untuk kumpul pada jaman itu.

 Lalu apa nya yang salah?

  1.  Hari peringatan kematian adalah momen di mana para tetangga hadir dan sebagai wujud dari "ukhuwah islamiyah" sebagai dasar kerukunan dan silaturohmi antar tetangga.
  2.  Hari peringatan kematian adalah momen dimana tuan rumah bisa melakukan "shodaqoh" yang berupa makanan dan minuman.
  3.  Hari peringatan kematian juga bukan acara "NGERUMPI", karna di dalam nya ada 'mauidhoh khasanah' juga kalimat kalimat dzikir.
  4.  Dari ketiga hal itu kalau mencari dalil di alquran dan alhadis tentang ukhuwah, shodaqoh, tetangga dll adalah 'umbrukan' atau banyak sekali, dari pada mencari tentang keabsahan hari peringatan kematian.



Sebagai generasi muslim di daerah jawa seharus nya menjaga budaya ini tetap berlangsung karna sebagai wujud terima kasih kita terhadap para pahlawan pahlawan islam yang gigih dan istiqomah dalam syiar.

 Dan kemungkinan kalau tidak ada budaya tersebut kita masih ber-HINDU ria sampai sekarang.

Terima kasih....


















Tidak ada komentar:

Posting Komentar